The Conversation
29 Aug 2025, 05:37 GMT+10
Share article
Print article
Ketika dunia tengah bergulat dengan berbagai persoalan lingkungan, semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa peran agama sangat penting dalam mengatasi masalah ini.
Agama memengaruhi cara pandang manusia terhadap dunia, termasuk bagaimana kita memahami alam dan peran kita di dalamnya. Hal ini juga berlaku pada Islam, salah satu agama terbesar sekaligus yang paling cepat berkembang di dunia.
Ajaran Islam tentang perlindungan alam bisa memberi petunjuk ihwal bagaimana kita merespons krisis ekologi dan iklim. Di Indonesia khususnya, gerakan "Islam Hijau" sedang berkembang.
Agaknya kita patut melihat lebih dekat bagaimana ajaran Islam mengajarkan kepedulian terhadap alam, sekaligus membuka ruang untuk aksi lingkungan lintas iman dan budaya.
Dalam Islam, manusia digambarkan sebagai khalfah, yakni penjaga atau pengelola Bumi. Ajaran Islam juga menegaskan bahwa Islam adalah rahmatan lil'lamn (rahmat bagi seluruh alam).
Artinya, umat Islam memikul tanggung jawab terhadap kemaslahatan seluruh makhluk di Bumi, termasuk manusia, hewan, tumbuhan, tanah, dan air. Merawat lingkungan bahkan dipandang sebagai bentuk ibadah.
Warna hijau sejak lama memiliki makna khusus dalam Islam. Warna ini diyakini sebagai warna kesukaan Nabi Muhammad SAW, yang melambangkan harapan, surga, dan kehidupan baru.
Al-Qur'an (kitab suci sekaligus sumber utama ajaran Islam) banyak berbicara tentang alam, seperti langit, pohon, sungai, hewan, serta keindahan semesta.
Al-Qur'an juga mengingatkan manusia agar selalu hidup dalam mzn, yakni menjaga keseimbangan, termasuk dengan alam, sebagaimana tercantum dalam salah satu ayat:
"Dan Dia telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan dan keseimbangan), supaya kamu jangan melampaui batas dalam neraca (keadilan dan keseimbangan), dan tegakkanlah timbangan itu (dalam segala persoalan dan terhadap semua pihak walaupun pada diri sendiri) dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu." (QS. Ar-Rahman: 7-9)
Selain itu, hadis (kumpulan perkataan, tindakan, dan persetujuan Nabi Muhammad) juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu hadits menyebutkan:
"Tidak ada seorang pun di antara umat Islam yang menanam pohon atau menabur benih, lalu burung, manusia, atau hewan memakannya, kecuali hal itu dianggap sebagai sedekah darinya."
Meski al-Qur'an dan hadis sudah sejak dulu berbicara tentang alam, gerakan Islam Hijau baru berkembang dalam beberapa dekade terakhir.
Cendekiawan Muslim Seyyed Hossein Nasr adalah salah satu tokoh terawal yang menguraikan hubungan antara Islam dan alam.
Pada akhir 1960-an, dia berpendapat bahwa masalah lingkungan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual dan moral.
Menurut Seyyed, manusia, apa pun agamanya, perlu kembali pada nilai-nilai spiritual yang mengajarkan kepedulian dan keseimbangan.
Dalam beberapa dekade terakhir, seiring memburuknya persoalan lingkungan, semakin banyak pemikir Muslim yang menyerukan tanggung jawab ekologis berlandaskan prinsip Islam.
Hal ini didukung dengan semakin banyaknya riset yang membahas tentang hubungan Islam dan kepedulian terhadap alam.
Dalam 25 tahun terakhir, Islam Hijau berkembang dari sekadar gagasan menjadi aksi nyata. Kini, prinsip-prinsipnya dipraktikkan di berbagai komunitas Muslim di seluruh dunia.
Read more: Dari Dusun Sangurejo kita belajar: 'Framing' agama ampuh gerakkan aksi lingkungan
Indonesia menghadapi beragam persoalan lingkungan mendesak, mulai dari deforestasi, polusi udara, hingga pencemaran laut. Indonesia juga termasuk sepuluh negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia menjadi salah satu garda terdepan dalam gerakan Islam Hijau. Di sini, Islam Hijau mendorong pemimpin agama dan masyarakat untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Nilai-nilai lingkungan diajarkan di berbagai sekolah Islam, didukung oleh program yang dikenal sebagai Pesantren Hijau.
Jaringan pesantren yang luas dan berpengaruh menjadikannya sarana efektif untuk menumbuhkan praktik ramah lingkungan, baik di kalangan santri maupun masyarakat luas.
Pada 2022, Masjid Istiqlal di Jakarta menjadi rumah ibadah pertama di dunia yang mendapatkan sertifikasi ramah lingkungan dari International Finance Corporation.
Masjid ini dilengkapi cat khusus yang punya kemampuan memantulkan cahaya pada atap dan dinding luar, diikuti lampu hemat energi, meter energi pintar, dan panel surya. Masjid Istiqlal juga memiliki fitur keran hemat air, serta sistem daur ulang air.
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyebut masjid ini sebagai "pusat pencerahan untuk perlindungan lingkungan". Ia menekankan:
"Umat Islam merasa terdorong untuk menerapkan konsep masjid ramah lingkungan, demi meningkatkan kualitas ibadah sekaligus meneladani Rasulullah SAW yang sangat menekankan pentingnya menjaga alam."
Selain itu, pemerintah Indonesia juga mendorong para pemuka agama untuk memasukkan tema lingkungan dalam khutbah. Pada April lalu, misalnya, Kementerian Agama mengimbau para khatib Jumat menyampaikan pesan pelestarian alam bertepatan dengan Hari Bumi.
Contoh gerakan Islam Hijau juga bisa ditemukan di berbagai belahan dunia.
Di Maroko, misalnya, ada gerakan masjid hijau. Di Mesir, otoritas agama Dar al-Ifta pernah mengeluarkan sebuah "fatwa" yang melarang aktivitas merusak lingkungan.
Di banyak negara, instrumen seperti Sukuk Hijau banyak digunakan untuk mendanai proyek ramah lingkungan yang selaras dengan prinsip Islam.
Di tengah meningkatnya tantangan ekologi global, semua sumber kearifan lokal sangat berharga.
Ajaran Islam, bersama dengan agama lain, memberi tuntunan untuk hidup selaras dengan alam. Bersama-sama, nilai-nilai ini bisa menginspirasi aksi nyata dan bermakna bagi kelestarian planet kita.
This article was originally published in English
Get a daily dose of Arab Herald news through our daily email, its complimentary and keeps you fully up to date with world and business news as well.
Publish news of your business, community or sports group, personnel appointments, major event and more by submitting a news release to Arab Herald.
More InformationLahore [Pakistan], August 29 (ANI): Pakistan's Punjab province has witnessed the worst floods in decades, affecting more than 1.46...
Ghaziabad (Uttar Pradesh) [India], August 29 (ANI): Senior Advocate Vishnu Shankar Jain has expressed support for the recently submitted...
New Delhi [India], August 29 (ANI): Vishva Hindu Parishad (VHP) International President Alok Kumar on Thursday said that those who...
Share article Print article Ketika dunia tengah bergulat dengan berbagai persoalan lingkungan, semakin banyak penelitian yang menunjukkan...
New Delhi [India], August 29 (ANI): Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) chief Mohan Bhagwat reiterated that Islam has been a part of...
Dorothy Shea has supported IDF claims it was targeting Hamas in the attack, which killed at least 20 people, including journalists...
BERLIN, Germany - German Chancellor Friedrich Merz says he doesn't believe Israel targeted journalists in the attack on Gaza's Nasser...
GAZA - In two separate attacks, the Israeli army has killed six more journalists. In the first attack, 5 journalists, including one...
JERUSALEM, Israel: Israel's defense minister warned on August 22 that Gaza City faces destruction unless Hamas accepts Israel's conditions,...
NEW YORK CITY, New York: Gaza City has been formally declared in famine, marking the first time the world's leading hunger monitor...
DUBLIN, Ireland: A group of Irish priests has urged the Catholic Church in Ireland to end its long-standing relationship with insurance...
New Delhi [India], August 29 (ANI): National Aluminium Company Limited (NALCO), which has acquired five mines in Argentina through...
